SRENGAT DALAM PERKEMBANGANNYA – PENDOPO KAWEDANAN MENJADI KANTOR IMIGRASI 2003

KAWEDANAN SRENGAT dulunya meliputi wilayah kecamatan srengat, kecamatan ponggok dan kecamatan udanawu. Sedangkan kecamatan srengat meliputi empat desa utama yang sekarang berubah menjadi kelurahan yaitu SRENGAT-KAUMAN-DANDONG-TOGOGAN. Keempat kelurahan ini adalah terletak ditengah-tengah kota dan masing-m,asing mempunyai jalan raya yaitu JALAN RAYA SRENGAT meliputi utara jalan raya mulai dari kantor imigrasi ke barat. JALAN RAYA KAUMAN meliputi selatan jalan raya mulai dari pasar ke baratsampai perempatan GERDON CINAN . JALAN RAYA DANDONG meliputi sebelah utara dan selatan jalan raya mulai dari kantor imigrasi ke timur 1 km. JADI ADA EMPAT JALAN RAYA UTAMA DI SRENGAT SAAT INI 2009.

KAWEDANAN adalah Balai pendopo yang sangat luas sebagai institusi pemerintahan yang berfungsi untuk kordinasi wilayah kecamatan yang ada. Tugas dan wewenangnya dibawah langsung komando Bupati dan diteruskan ke Camat. Pada jaman dulu jaman Belanda-jaman Republik- sampai jaman reformasi 1998 Kawedanan ditempati oleh SEORANG WEDANA yang diangkat ditunjuk oleh Bupati untuk menjadi wakil di wilayah kecamatan. Balai Kawedanan maupun Seorang wedana adalah sangat disegani-berwibawa-berkarisma dan menampakan perilaku kebangsawanannya dan kadang juga menakutkan-sangar. Tidak semua orang seenaknya masuk. Di kawedanan Srengat dulu terdapat Sebuah Penjara di sebelah Timur dan disebelah timur pendopo terdapat banyak patung-patung kuno dan prasasti dalam berpuluh-puluh tahun lamanya dalam keadaan utuh dan aman. Pada tahun 1966 penjara digunakan untuk mengurung orang-orang yang diduga terlibat G 30 S PKI. Disebelah Kawedanan juga ada sebuah Kantor Belanda yaitu Pegadaian yang dibangun pada tahun 1902. Jaman pendudukan Jepang pada tahun 1942-1945 pernah untuk mengurung tahanan. Pada jaman perjuangan dan jaman agresi 1948 dijadikan markas Belanda. Dalam pertempuran dengan pejuang republik ada catatan penting bahwa di depan Pegadaian persis ada monumen kecil yang terabaikan yaitu tempat tertembaknya seorang LETNAN DJADID yang kemudian tewas. Pada jaman belanda di markas Pegadaian juga terdapat bala tentara CAKRA yaitu tentara yang direkrut oleh Belanda yang berasal dari Madura dan setia kepada Belanda.

WEDANA PERTAMA KAWEDANAN SRENGAT ADALAH RADEN SUTEDJA BERASAL DARI WILAYAH BARAT YAITU PONOROGO yang sebenarnya keturunan bangsawan mataram Jogya karena peristiwa tertangkapnya Pangeran Diponegoro tahun 1830 semua prajurit-senopati-perwira dan pengikutnya pada lari ke wilayah timur dan kemudian berkembang biak melahirkan tokoh-tokoh pinunggul lokal yang biasanya terus menjadi pimpinan atau panutan derah setempat termasuk COKRO MANGGOLO YUDHA yang makamnya di gunung pegat paling barat atas.

KAWEDANAN YANG ANGGUN DAN ELEGAN setelah reformasi meletus 1998 nasibnya jadi sangat meprihatinkan, gelap, kosong, kotor tidak terawat dan sebagai tempat tidur penjual amben. Masa-masa transisi yang benar-benar drastis semua tatanan bergeser dan terbalik, campur aduk- CHAOS-BETHIK MUNGGAH MANGGAR-POLO GUMANTUNG PODHO GOGROK-WOLAK WALIK E JAMAN- DADI JAMAN EDAN KEBABLAS NGGADUR KAREPE DEWE- PANCEN WIS TITI WANCINE OWAH TATANAN NUJU JAMAN KOLO SURYO LAN KOLO MUKTI. Munculnya otonomi daerah maka status KAWEDANAN sekitar tahun 2001 dihapus. Pendopo kawedanan sempat merana , hilanglah keanggunannya sebagai tahta bangsawan jaman dulu.
Setelah itu sewaktu Bupatinya Bapak Imam Muhadi 2002 tiba-tiba secara mendadak sekali ada beberapa truck keluar masuk membawa material setiap hari, masyarakat juga tidak tahu bahkan orang-orang sebagaian besar juga tidak tahu, akan dibangun apa. Saya sebagai penulis disini juga terlibat didalamnya meskipun tidak resmi mulai dari awal pembangunan sampai diresmikan pada tahun 2003. Karena rumah saya mepet dengan kawedanan saya penasaran berusaha terus mengamati dan mengikutinya. Sehingga setiap detik saya tidak mau ketinggagalan, pada saat tertentu disamping rumah saya akan dibangun pagar maka jalan jadi sempit, langsung dengan tetangga dipaksa untuk dilebarkan dan sekarang jalan tersebut bernama JALAN KAWEDANAN sebagai akses jalan umum masyarakat menuju ke pasar. Dengan tujuan agar nama KAWEDANAN tidak terlupakan oleh generasi penerus karena Kawedanan adalah tempat situs bersejarah kota srengat. Tekejutlah setelah mengetahui bahwa bengunan un tuk sebuah kantor IMIGRASI, tidak main-main ini adalah kantor berskala internasional dibawah DEPARTEMEN KEHAKIMAN yang kemudian diganti DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI yang langsung birokrasi dan kebijakannya dari PUSAT bukan milik PEMDA bahkan lembaga pemerintah ini juga mengkontrak kepada aset daerah PEMKAB-BLITAR. pegawai negerinya juga dropping dari pusat , klasifikasi dan kualifikasi pegawai nya adalah para pejabat tehnis struktural lulusan AKADEMI IMIGRASI dan sebgaian pegawai lainnya adalah ketatausahaan non tehnis.

PADA TAHUN 2003 SEBAGAI STARTING POINT PERKEMBANGAN KOTA SRENGAT, karena telah diresmikan dan dibuka secara operasional pengurusan paspor yang mulanya hanya meliputi sekitar 5 sampai 7 kabupaten. Kepala Kantor Imigarsi pertama adalah Bapak ROHADI, kedua adalah Bapak SARNO , ketiga adalah Bapak BAMBANG (terakhir November 2009 ). DENGAN BERDIRINYA KANTOR IMIGRASI INI, BANYAK CERITA, KEJADIAN YANG MASUK AKAL MAUPUN MISTIK. Srengat terletak di segitiga tiga kota yaitu Kediri-Blitar-Tulunggagung diketahui sebagai sentral basis Tenaga Kerja terbesar sehingga Bupati Muhadi menjalin terobosan agar di Blitar didirikan Kantor Imigrasi. Seiring dengan perkembangannya semakin lama Srengat berkembang secara nyata menjadi sebuah KOTA. Peluang-peluang dan aktifitas bisnis padat menempati ditepian sepanjang jalan raya KAUMAN-JALAN RAYA SRENGAT-JALAN RAYA DANDONG DAN TOGOGAN. Apalagi ditambah padatnya arus lalulintas dari SURABAYA karena lumpur lapindo maka Srengat sebagai jalan utama menuju Kota Blitar dari Surabaya dan Jakarta.

Kantor Bank, BPR, Counter, Tower, ATM BCA, ATM BNI. PJTKI, RADIO DONNA FM, SWALAYAN, kaki lima dan pasar malam muncul beruntun bercokol di wilayah ini. Sebagai pengusaha tempat Kos juga sering menolak memang karena sudah tidak ada tempat. Penghuni kos, pendatang, pengkontrak, jual beli tanah , biro jasa paspor bahkan Tekong bersama sama mengail rejeki yang sebenarnya semua itu efek dari berdirinya sebuah kantor berskala internasional yaitu IMIGARSI.

TAPI SAYANG SEKALI perkembangan tata letak kota baik sarana dan prasarananya tidak bisa seiring terutama JALAN RAYA KAUMAN-SRENGAT-DANDONG-TOGOGAN kurang lebar ruas jalannya. Bukan rumah pertokoannya yang harus di undur atau dilebarkan tapi TROTOARNYA YANG HARUS DIPANGKAS 1M AGAR KENDARAAN YANG PARKIR BISA MERAPAT KETEPIAN SEHINGGA JALAN RAYA UTAMA TETAP LEBAR. sebuah kantor harus mampu menjaga kewibawaan nya apalagi ini kantor Pemerintah, ada beberapa hal yang cepat harus diatasi oleh SAT POL PP dan polisi. Pada siang hari semestinya warung atau kaki lima yang bercokol didepan kantor Imigrasi itu harus dipindahkan. Bukankah ini kantor besar, dalam nya bagus tertata sangat rapi dan indah tapi sayangnya depannya KUMUH TIDAK ENAK DIPANDANG. Pada malam hari ada sebuah aktifitas bisnis pasar malam persis didepan Kantor ini, kalau ini masih bisa ditolerir tapi parahnya PINTU GERBANG UTAMA KANTOR IMIGRASI DI BLOCK PENGUNJUNG BERSEPEDA MOTOR sehingga sulit masuk dan sulit keluar karena mereka tidak mau minggir bahkan mobilnya pegawai imigrasi di parkir di depan INDOMART.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: